Dapur MBG Sukamulya 002 Gelar Simulasi Masak Besar Demi Pastikan Kualitas Pangan Warga

 

CIPONGKOR – Menjelang operasional perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dapur MBG Sukamulya 002 yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nomor ID 3D5SPATQ sukses menggelar simulasi masak skala besar pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen tim, mulai dari juru masak, ahli gizi, tim logistik, hingga relawan SPPG. Simulasi tersebut bertujuan untuk menguji secara menyeluruh alur kerja operasional, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi di dapur, pengemasan, hingga tahap distribusi ke masyarakat.

PIC Dapur MBG, Hidayatullah Deden, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan langkah krusial untuk meminimalisir kendala saat hari operasional resmi nantinya.

“Simulasi ini wajib dilakukan untuk mengukur kecepatan, ketepatan takaran gizi, serta kekompakan tim. Kami tidak ingin ada kesalahan sekecil apa pun saat hari pelaksanaan, karena ini menyangkut pemenuhan nutrisi ratusan warga,” ujar Deden.

Dalam simulasi tersebut, tim berhasil memproduksi sekitar 500 hingga 550 paket makanan bergizi. Menu yang disajikan telah disusun secara variatif untuk menjamin selera dan gizi seimbang. Pada hari pertama simulasi, menu terdiri dari nasi putih, ayam bumbu kelapa, acar timun wortel, tempe bacem, dan buah jeruk. Sementara itu, untuk simulasi hari kedua, menu meliputi nasi putih, ayam goreng lengkuas, capcay, tahu krispi, sambal, serta semangka.

Seluruh proses produksi dimulai sejak pukul 17.00 WIB dan berhasil diselesaikan tepat pukul 07.00 WIB, sesuai dengan target waktu distribusi yang telah ditetapkan.

Ahli Gizi Dapur MBG, Regita, memastikan setiap porsi yang dihasilkan telah memenuhi standar kecukupan gizi yang ketat.

“Semua bahan kami timbang dengan saksama. Kadar protein, karbohidrat, vitamin, hingga mineralnya harus seimbang. Hasil simulasi hari ini sudah sepenuhnya sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional,” jelas Regita.

Selain pengujian di dapur, tim distribusi juga melakukan simulasi pengantaran menggunakan armada operasional menuju tiga RW di sekitar lokasi dapur. Hal ini dilakukan untuk memetakan rute tercepat guna memastikan makanan sampai ke tangan warga dalam kondisi tetap hangat dan segar.

Ibu Mae, salah seorang warga yang terlibat dalam sesi simulasi pengantaran, menyatakan kepuasannya terhadap kualitas makanan yang diterima.

“Rasanya enak, porsinya pas, dan pengantarannya sangat cepat. Anak-anak pasti suka. Kami menjadi semakin yakin bahwa Dapur MBG benar-benar siap membantu masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) yang wajib dijalankan oleh setiap SPPG sebelum resmi memberikan layanan. Hasil dari simulasi ini akan menjadi bahan evaluasi terakhir bagi manajemen Dapur MBG Sukamulya 002 untuk menyempurnakan layanan sebelum operasional penuh dimulai.

0 Komentar