SPPG SUKAMULYA 04 GELAR TASYAKURAN, WABUP BANDUNG BARAT TEKANKAN PEMBERDAYAAN PETANI LOKAL

Cipongkor– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamulya 04 menggelar acara tasyakuran dan seremonial sebagai wujud syukur atas beroperasinya dapur gizi di Desa Sukamulya, Kecamatan Cipongkor. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bandung Barat, serta jajaran Forkopimda Kecamatan Cipongkor.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bandung Barat mengapresiasi berdirinya SPPG Sukamulya 04 yang menjadi bagian dari program pemenuhan gizi nasional. Ia berpesan agar seluruh tim SPPG memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan gizi.

SPPG Sukamulya 04 harus memastikan makanan yang disalurkan tidak hanya bergizi, tetapi juga tepat waktu, higienis, dan diterima dengan baik oleh penerima manfaat. Ini amanah besar yang harus dijaga,” ujar Wakil Bupati.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya SPPG untuk tidak berjalan sendiri. Ia meminta SPPG Sukamulya 04 aktif memberdayakan kelompok tani di sekitar Desa Sukamulya sebagai pemasok bahan baku.

“Kalau bisa, sayur, telur, dan bahan pangan lain dibeli dari petani lokal. Dengan begitu, program gizi ini juga menggerakkan ekonomi warga Sukamulya. Jangan sampai petani kita hanya jadi penonton,” tegasnya.

Tasyakuran SPPG Sukamulya 04 juga dihadiri Camat Cipongkor, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Sukamulya, tokoh masyarakat, serta para mitra kelompok tani. Acara diisi dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan peninjauan langsung ke area produksi dapur SPPG.

Kepala SPPG Sukamulya 04 menyatakan siap menindaklanjuti arahan Wakil Bupati. “Kami akan prioritaskan kerja sama dengan kelompok tani sekitar. Tujuannya supaya manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas, bukan hanya untuk penerima gizi, tapi juga untuk ekonomi desa,” ujarnya.

Dengan dimulainya operasional SPPG Sukamulya 04, diharapkan cakupan penerima manfaat gizi di wilayah Cipongkor dapat meningkat, sekaligus mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Komitmen Yayasan Lingga Nusantara Digdaya

Ketua Yayasan Lingga Nusantara Digdaya, Yosef Bahtiar, dalam sambutannya menegaskan bahwa SPPG bukan sekadar dapur, melainkan langkah nyata untuk mencegah stunting dan memenuhi gizi anak-anak Sukamulya.

“SPPG ini adalah amanah. Kami komitmen menjaga kualitas, kebersihan, dan ketepatan distribusi. Program ini harus dijalankan secara profesional,” ujar Yosef.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim di lapangan. “SPPG ini bisa jalan karena ada tim yang bekerja diam-diam di belakang layar. Terima kasih kepada tim dapur, driver, relawan, dan kader PKK yang jadi garda depan atas dedikasinya.”

Yosef mengajak Kelompok Tani Sukamulya, Koperasi Merah Putih, dan BUMDes untuk menjadi mitra strategis SPPG. “Kami berharap hasil bumi petani lokal bisa langsung masuk ke dapur SPPG. Uang program muter di desa, petani terbantu, anak-anak dapat gizi terbaik,” katanya.


Lebih lanjut, ia meminta dukungan semua pihak agar program berjalan lancar dan tepat sasaran. SPPG Sukamulya 04, lanjut Yosef, akan dikelola secara terbuka dengan laporan, pengawasan, dan evaluasi berkala. “Transparansi dan akuntabilitas penting untuk membangun kepercayaan masyarakat.”

Menutup sambutannya, Yosef menghubungkan program ini dengan visi jangka panjang. “Anak sehat berarti generasi kuat, dan desa akan maju. Ini bukan hanya acara seremonial, tapi investasi masa depan Sukamulya. Jaga nama baik SPPG Sukamulya 04. Kalau kita kompak, program ini pasti berhasil

Acara ditutup dengan doa bersama. “Mohon doa restu agar SPPG Sukamulya 04 membawa manfaat dan berkah untuk seluruh masyarakat,” ucap Yosef.

Kegiatan tasyakuran diakhiri dengan pemotongan tumpeng di buka dengan Ginting pita dan peninjauan langsung ke area produksi dapur SPPG oleh Wakil Bupati dan tamu undangan.



0 Komentar